A. GAMBARAN UMUM  WORKSHOP

Dalam rangka mensejahterakan rakyat, khususnya di perdesaan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) telah melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain pembangungan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan penyediaan air bersih/pemboran air di daerah sulit air di seluruh Wilayah Indonesia melalui Badan Geologi.

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Selain itu, pada tahun 2012 dan 2013 KESDM melalui Biro Perencanaan dan Kerjasama telah melaksanakan kegiatan Workshop  dalam rangka meningkatkan Kesejahteraan Rakyat  sesuai Tag Line  KESDM. Lokasi kegiatan diprioritaskan untuk daerah yang telah mendapat bantuan sumur bor dari Badan Geologi, daerah lain yang mengalami kesulitan air bersih atau air sehat untuk kepentingan masyarakat umum yang berada di Wilayah Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Bali.

Kegiatan Workshop untuk meningkatkan mutu kualitas air melalui alat penyaring yang menggunakan teknologi Reverse Osmosis (RO) sehingga air dapat langsung diminum. Kegiatan ini dimaksudkan agar warga setempat memahami tentang prosedur teknik khususnya perawatan sumur bor dalam bantuan KESDM, dan  sekaligus mampu membiayai perawatannya dari  hasil pendapatan pengelolaan air. Selain itu diberikan pembelajaran kepada warga desa dalam menggunakan air bersih sesuai dengan kebutuhan standar sehari-hari dalam rangka penghematan energi dan air.

Alat peraga

Alat Peraga RO

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah agar sarana prasarana barang-barang KESDM yang telah diberikan kepada warga dapat tetap berfungsi, terawat dan terjaga dengan baik melalui sumber dana dari swakelola warga setempat, tanpa menggantungkan kepada pihak lain sehingga peralatan dan mesin yang telah diterima dapat dimanfaatkan secara terus menerus dan secara maksimal untuk warga setempat.Lokasi kegiatan Workshop di pilih untuk daerah daerah yang kualitas air nya kurang baik seperti banyak kandungan mineral logam / zat besi dan air payau. Pada umumnya lokasi kegiatan berada di lokasi sumur bor yang telah ditentukan sebelumnya.

B. MANFAAT  WORKSHOP

  1. Warga dapat mengenal dan memahami tentang kualitas air;

    Jenis-jenis Polutan

    Jenis-jenis Polutan

  2. Warga dapat mengetahui bantuan dari KESDM, sehingga diharapkan ikut serta merawat agar tetap berfungsi;
  3. Menanamkan budaya Hemat Energi dan Air
    • Energi mesin air RO yang relatif hemat. Konsumsi energi mesin RO relatif rendah untuk kapasitas kecil,
    • Produksi air RO nya dapat langsung diminum, tanpa dimasak dahulu
  4. Menambah kapasitas air bersih bagi warga desa
    • Di lokasi desa yang sebelumnya mengalami krisis air karena beberapa sumurnya tidak aktif (mangkrak) akan terasa sekali setelah sumur bantuan tersebut berfungsi kembali
    • Apabila setiap sumur bor diasumsikan memiliki debit sebesar 5 lt/det atau sekitar 18.000 liter/jam atau 144.000 liter/hari (untuk 8 jam), dan kebutuhan setiap KK 500 lt/hari, maka akan mampu memenuhi kebutuhan 288 KK atau hampir satu desa. Dengan demikian  sebanyak 25 lokasi x 288 KK atau sekitar 7.200 KK yaitu sekitar 34.600. jiwa telah bisa memperoleh air bersih
  5. Mewujudkan air sehat (RO) bagi kesehatan warga
    • Alat pengolah air sistem RO mempunyai fungsi untuk mengolah air asin/payau menjadi air tawar dengan cara filtrasi tingkat molekul, dengan demikian alat ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi kesehatan manusia
    • Pemanfaatan teknologi ini akan memberi kemudahan bagi manusia untuk mendapatkan air bersih yang diperoleh dari pengolahan air asin/payau
  6. Manfaat ekonomis, warga dapat memperoleh air sehat untuk memenuhi konsumsi sehari-hari dengan harga yang murah.
    1. Pendapatan dan Keuntungan warga
      Rata-rata harga jual per galon untuk setiap lokasi /daerah sebesar Rp. 4.000,-/galon. Apabila terjual rata-rata 20 galon per hari, maka :
      Keuntungan (bersih) = Rp. 600.000,- per bulan.
      Cukup untuk membiayai biaya penggantian komponen RO setiap 6 bulan sekali yang hanya sekitar Rp. 600.000,-  dan perawatan genset
    2. Bantuan untuk Warga desa
      Harga air mineral kemasan dalam galon (19 lt) harganya sebesar Rp. 12.000,- /galon (asumsi) , maka setiap Warga mendapat bantuan melalui air sehat  sebesar Rp. 12.000 – Rp. 4.000 = Rp. 8.000,-/org atau   Rp. 160.000,- per hari (asumsi 20 galon /hari) atau Rp. 160.000,- x 30 hari = Rp. 4.800.000,- /bulan atau sebesar Rp. 57.600.000,- per tahun
      Apabila dana APBN yang digunakan untuk pengadaan peralatan dan perbaikan sumur bor sekitar sekitar Rp. 90.000.000,-,maka Pemerintah telah mengembalikan dana APBN kepada rakyat dalam waktu kurang dari 2 tahun dan tahun selanjutnya merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat.

 

C.  HASIL-HASIL KEGIATAN WORKSHOP/SOSIALISASI

Tahun 2012

  • Kegiatan dilaksanakan di lokasi sumur bor dalam/Geologi sebanyak 69 sumur bor (geologi) dari 122 lokasi atau sekitar 56,5 %, sisanya berada di sumur warga untuk meningkatkan kualitas air bersih menjadi air sehat (langsung dapat diminum).
  • Perbaikan/normalisasi sebanyak 19 lokasi dari 36 sumur bor yang tidak aktif (mangkrak) atau sekitar 52 % , dikarenakan tidak dirawat oleh warga.
  • Perbaikan sumur dilakukan bersama warga yang disesuaikan dengan kondisi sumur dan kesepakatan warga untuk kesediaan perawatan selanjutnya.
  • Sebanyak 120 desa telah mendapat bantuan (hibah) alat peraga berupa penyaring air yang langsung dapat diminum (teknologi RO), selain itu sebanyak 2 lokasi di daerah Sukabumi mendapat bantuan perbaikan PLTMH  dan pembuatan sumur dangkal  dengan pompa genset gas LPG,  bersama warga setempat

Tahun 2013

  • Kegiatan dilaksanakan di lokasi sumur bor dalam/Geologi sebanyak 80 sumur bor (geologi) dari 106 lokasi atau sekitar 75,5%, sisanya berada di sumur warga untuk meningkatkan kualitas air bersih menjadi air sehat (langsung dapat diminum).
  • Perbaikan/normalisasi sebanyak 25 lokasi dari 33 sumur bor yang tidak aktif (mangkrak) atau sekitar 76 % , karena tidak dirawat oleh warga
  • Sehingga sumur normal menjadi 72 lokasi dari 80 lokasi atau 90 % dinyatakan normal dan dimanfaatkan kembali.
  • Perbaikan sumur dilakukan bersama warga yang disesuaikan dengan kondisi sumur dan kesepakatan warga untuk kesediaan perawatan selanjutnya.
  • Sebanyak 106 desa telah mendapat alat peraga berupa penyaring air yang langsung dapat diminum.